Lowongan Kerja Gema Nurani

cropped-cropped-cropped-Gedung-GN2.jpg

Informasi Lowongan Dibutuhkan : 2 Guru untuk menjadi asisten kelas sd international Persyaratan: 1. Lulusan S1 kependidikan 2. Dapat membaca Al Quran dengan fasih 3. Beraqidah salimah [ahlusunnah wal jamaah] 4 .Membawa lamaran lengkap dengan legalisir ijasah terakhir. 5. Mempunyai background pendidikan B. Inggris (aktif) 6. Sayang kepada anak-anak 7. Mencintai dunia pendidikan 8. Lulus seleksi berupa : a. Tes Potensi Akademik b. Baca tulis Al Quran dan praktek ibadah c. Microteaching Kirim lamaran dengan datang langsung ke alamat atau via email: shakina.idris19@gmail.com

Pin It
Share on Tumblr

Tes Penerimaan Siswa Baru SMPIT Gema Nurani dan Wawancara Orang Tua Siswa

PSB SMPIT Gema Nurani

PSB SMPIT Gema Nurani

SMPIT Gema Nurani menerima pendaftaran siswa baru, dengan biaya yang cukup terjangkau kami siap mendidik anak Bapak/Ibu dan mengantarkan mereka kepada masa depan yang mereka inginkan, insyaAllah.

Wawancara PSB SMPIT Gema Nurani

Perguruan Islam Terpadu & Holistic (PITH) Gema Nurani di bawah naungan Yayasan Asasi Indonesia memfasilitasi kebutuhan belajar mengajar siswa dengan fasilitas sebagai berikut; Kelas Standar Dinas Pendidikan, Ruangan Kelas ber AC, Laboratorium, pembelajaran menggunakan komputerisasi, tenaga pengajar dari perguruan tinggi negeri/swasta dari dalam maupun luar negeri, memadukan kurikulum diknas dan kurikulum IHES Malaysia dengan penguatan muatan Al Quran/Hadist.

PSB SMPIT Gema Nurani

Calon Siswa Baru SMPIT Gema Nurani

Calon siswa terlihat fokus dan konsentrasi menjalani tes akademik, pesertanya sebagian besar berasal dari  sekolah asal yaitu SDIT Gema Nurani

Hubungi Kami

Hubungi Kami

Share on Tumblr

Penerimaan Siswa Baru SMA-IT Gema Nurani

SMAIT  Gema Nurani

Gedung SMA IT Gema Nurani

SMAIT Gema Nurani membuka pendaftaran siswa baru, dengan biaya yang cukup terjangkau kami siap mendidik anak Bapak/Ibu dan mengantarkan mereka kepada masa depan yang mereka inginkan, insyaAllah.

Perguruan Islam Terpadu & Holistic (PITH) Gema Nurani di bawah naungan Yayasan Asasi Indonesia memfasilitasi kebutuhan belajar mengajar siswa dengan fasilitas sebagai berikut; Kelas Standar Dinas Pendidikan, Ruangan Kelas ber AC, Laboratorium, pembelajaran menggunakan komputerisasi, tenaga pengajar dari perguruan tinggi negeri/swasta dari dalam maupun luar negeri, memadukan kurikulum diknas dan kurikulum IHES Malaysia dengan penguatan muatan Al Quran/Hadist.

Siswa SMAIT Gema Nurani

Siswa SMAIT Gema Nurani

 

Anggaran SMA IT

Klik Tautan Link di atas

stiker 2

Share on Tumblr

MOS Gema Nurani 22-24 Juni 2015

Mos Gema Nurani

Mos Gema Nurani

Setelah tiga hari rangkain kegiatan” MOS Gema Nurani” dimulai sejak hari Senin, 22 Juni 2015 dan berakhir pada hari ini, Rabu 24 Juni 2015, alhamdulillah telah berlangsung lancar dan sukses.

Berbagai program pembinaan dan pengenalan lingkungan sekolah telah diberikan oleh panitia Mos Gema Nurani. Kegiatan awal masuk sekolah pertama kali siswa diperkenalkan dan dibiasakan tilawah Quran yang dilakukan secara berkelompok, dipimpin oleh seorang guru pembimbing. Melalui MOS diharapkan siswa dapat mengenal dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya, yaitu lingkungan Sekolah Islam Terpadu Gema Nurani , sehingga apa yang menjadi Visi dan Misi sekolah dapat terwujud.

Mos Gema Nurani

Mos Gema Nurani

Mos Gema Nurani

Mos Gema Nurani

Perkenalan lingkungan sekolah, fasilitas, ruangan, dan lapangan Sekolah Islam Gema Nurani  untuk siswa baru kelas 1 Reguler dan International, Kelas 7 SMPIT Gema Nurani dan kelas 10 SMAIT-GN yang dibimbing oleh Guru. Mereka terlihat ceria, senyum mereka sumbringah, dengan raut wajah penuh harapan menatap masa depan yang gemilang.

Mos Gema Nurani

Mos Gema Nurani

Penutupan kegiatan MOS Gema Nurani ditandai dengan pelepasan balon ke udara setelah sebelumnya Kepala SDIT Gema Nurani Ibu Yurmawati Syam memberikan kata sambutan dan diiringi teriakan yel-yel masing-masing kelas di lapangan Sekolah Islam Gema Nurani. 

Mos Gema Nurani

Mos Gema Nurani

Hubungi Kami

Hubungi Kami

Pin It
Share on Tumblr

MOS Sekolah Islam Terpadu Gema Nurani

Mos Tilawah QuranPertama masuk sekolah siswa tentu merasa gembira dan bercampur haru bahagia. Suasana berbeda dan serba baru menghiasi hari pertama masuk sekolah di Sekolah Islam Terpadu Gema Nurani. Terlihat wajah-wajah ceria siswa baru yang didampingi orang tuanya. Sebagian besar berasal dari siswa Gema Nurani yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dari TKIT ke SDIT, dan SDIT ke SMPIT Gema Nurani.

IMG_0224MOS adalah momentum internalisasi butir-butir nilai, citra dan budaya sekolah islam terpadu Gema Nurani, MOS pada tahun pelajaran 2015-2016 ini diharapkan pada hari-hari berikutnya seluruh siswa sudah siap mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah serta siap mengikutinya. Kegiatan awal masuk sekolah pertama kali siswa diperkenalkan dan dibiasakan tilawah Quran, dilakukan secara berkelompok yang dipimpin oleh seorang guru pembimbing.

MOS GNMelalui MOS diharapkan siswa dapat mengenal dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya, yaitu lingkungan Sekolah Islam Terpadu Gema Nurani , sehingga apa yang menjadi Visi dan Misi sekolah dapat terwujud. Setelah selesai mengikuti Kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) ini diharapkan kepada siswa agar dapat :

1. Untuk bersikap sesuai norma dan aturan yang berlaku di sekolah
2. Mengenalkan lingkungan baru agar dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah tempat mereka mencari ilmu sekaligus menjaga ketertiban dan keamanannya
3. Berperan aktif dalam meningkatkan fungsi sekolah sebagai lembaga pendidikan.
4. Berlaku sopan santun, menjaga sikap, bertata krama yang baik serta patuh dan taat terhadap guru yang berperan sebagai orang tua di sekolah serta mematuhi tata tertib sekolah.
5. Mengetahui hak dan kewajiban siswa.

stiker 2

Pin It
Share on Tumblr

Mengapa Seorang Wanita Harus Bisa Masak?

Memasak

Gallery Gema Nurani

Sahabat pasti sering mendengar ungkapan Al Ummu Madrosatul ula, ibu adalah madrasah pertama bagi putra-putrinya. Sebagai seorang guru, seorang ibu harus membekali diri dengan ilmu yang cukup untuk menjadi teladan, pembimbing, pengawas putra-putrinya hingga mereka dewasa. Sebagai seorang guru, yang diajarkan bukan hanya tentang ilmu saja, jangan cukup bangga hanya dengan membekali si kecil baca tulis sejak dini. Ibu harus bisa menjadi teladan, karena anak anak juga meniru gerak-gerik dan pemikiran orang-tuanya. Salah satu ilmu yang wajib dikuasai ibu adalah kuliner.

Karena menyajikan menu makanan yang sehat bergizi yang memenuhi pola gizi seimbang adalah hal utama, apalagi bagi keluarga yang memiliki anak dalam masa tumbuh kembang. Dan tentu saja, makanan yang yang lezat dan khas hasil olahan ibu akan selalu di hati sampai kapanpun bagi anggota keluarganya. Menyediakan menu makanan sesuai pola gizi seimbang tidak harus mahal. Yang penting setiap penyajiannya harus memenuhi tiga unsure gizi seimbang, yaitu: zat pembangun, zat pengatur dan zat tenaga. Usahakan untuk menyajikan sayuran dan buah-buahan setiap hari.

Dengan berkembangnya bisnis kuliner saat ini, memang sangat membantu para ibu menyajikan makanan yang beragam untuk keluarga. Ibu tidak harus susah susah mencari resep dan bahan makanan, dan tidak perlu cape mengolah, dengan begitu ibu punya lebih banyak waktu untuk melakukan kegiatan lain. Tapi ibu, tetaplah sediakan waktu untuk sering sering masak di rumah. Rosululloh S.a.w bersabda : “Tiada makanan yang lebih baik daripada hasil usaha tangan sendiri.” (HR. Bukhari) Dan yang paling utama, karena standar hidup umat Islam adalah halal dan haram, seorang ibu harus memastikan bahwa sumber dana dan bahan makanan ini dari sumber yang halal.

Bila makanan yang kita makan halal dan baik maka alarm di tubuh kita akan member peringatan bila ada tindakan yang tidak baik. Maka ibu, untuk membentuk generasi muda yang cemerlang dan memiliki budi pekerti luhur salah satu nya adalah dari makanan yang ibu sajikan setiap hari untuk mereka. Selamat memasak untuk keluarga tercinta. Profil Penulis: Yusnita Andriyani. Ibu rumah tangga, kader Posyandu, dan aktifis dakwah, masih belajar belajar dan terus belajar.

SMAIT SMPIT Gema Nurani

Share on Tumblr

Tahukah Anda Arti Hijab yang Sesungguhnya?

Masya-Allah anak shalihah

Gallery Gema Nurani

KITA sebagai kaum muslimin, terutama wanita muslimah wajib menggunakan hijab. Namun yang sering kita tanyakan ialah. Tahukah kalian arti hijab yang sesungguhnya itu seperti apa?

Jilbab menjadi ketentuan dalam islam,dijadikan syariat untuk wanita menutup aurat. jilbab memiliki makna sebuah kepatuhan dan ketaatan akan perintah Allah SWT. di sisi lain jilbab memiliki banyak manfaat,yakni menjaga dari pandangan yang melecehkan. dan agar kita lebih dikenali sebagai serang wanita muslimah.banyak orang berpikir jilbab adalah kebudayaan orang arab,padahal jilbab adalah syariat yang tertera dalam Alqur’an.

Apa yang menjadi pesan dalam tiap perkataan dan aktivitas serta apa yang dikenakan oleh muslimah dalam berbagai komunitas hijab tersebut telah dengan gamblang tersampaikan. Bahwa hijab bermakna telah menutup aurat, dari ujung rambut sampai ujung kaki. Para disainer dalam berbagai peragaan busana muslim pun menegaskan hal tersebut.

Namun jika dicermati, apakah makna hijab yang ingin disampaikan oleh kebanyakan disainer muslim masa kini dengan berbagai komunitas hijab sebagai icon telah mewakili makna hijab yang sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah?

Al Hijab berasal dari kata hajaban yang artinya menutupi, dengan kata lain al hijab adalah benda yang menutupi sesuatu. Dalam kitab Al Ta’rifat dijelaskan bahwa Al Hijab adalah segala sesuatu yang terhalang dari pencarian kita, dalam arti bahasa berarti ma’nu yaitu mencegah, contohnya mencegah diri kita dari penglihatan orang lain.

Dari berbagai pengertian di atas maka dapat disimpulkan seperti apa yang dikatakan oleh Al-Zabidy dalam kitabnya Taj al-‘Urus, bahwa yang dimaksud dengan al-Hijab adalah segala sesuatu yang menghalangi antara kedua belah pihak. Artinya ada sebuah benda yang menghalangi penglihatan kita terhadap orang lain, contohnya, ketika ada dua orang sedang berbicara, tetapi di tengah-tengah mereka terdapat tembok yang besar, sehingga dengan adanya tembok yang besar itu mengakibatkan kedua orang tersebut tidak melihat satu sama lain. Nah…tembok inilah yang dinamakan al-Hijab.

Dalam Al-Qur’an pun disebutkan tentang al-Hijab ini, walaupun satu ayat, tetapi bermakna sangat dalam sekali terhadap definisi al-Hijab itu sendiri, sehingga ayat ini diberi nama dengan “Ayat Hijab.”

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah- rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk Makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu diundang Maka masuklah, dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), Maka mintalah dari belakang tabir. cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri- isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah Amat besar (dosanya) di sisi Allah,” (QS.Al Ahzab:53). []

Sumber: Hukum-hukum Wanita dalam Fiqih Islam/Karya: Dr. Ahmad Al-Haji Al-Kurdi /Penerbit: Dina Utama Semarang.

cropped-stiker-2.png

Share on Tumblr

Sabar Mendidik dan Mengasuh Anak

tk gn berwisata

Gallery Gema Nurani

Mendidik anak dibutuhkan kesabaran. Tanpa hati yang sabar tentunya mengasuh dan mendidik anak akan menjadi sesuatu yang tidak menyenangkan dan menjengkelkan. Perilaku anak yang acap kali tidak sesuai dengan keinginan kita harus kita hadapi setiap hari. Mulai dari anak yang mengompol sembarangan, sering bertengkar dengan adik ataupun anak tetangga, rewel dan suka merengek, susah diajari, malas dan masih banyak lagi tipikal kelakuan anak bandel lainnya yang harus kita sikapi dengan ekstra sabar. Pekerjaan rumah yang harus diselesaikan ataupun tugas-tugas lainnya yang masih terbengkalai menambah ujian dalam keseharian kita. Ya memang anak merupakan ujian yang harus bisa kita selesaikan dengan baik. Ia tak boleh kita hadapi dan diselesaikan dengan penuh emosi ataupun hardikan.
Pikiran yang terkendali dan emosi yang senantiasa stabil harus selalu kita hadirkan agar tugas dan kewajiban dalam mengasuh anak bisa berhasil dengan baik. Anak merupakan harta tak ternilai dan sekaligus ujian yang diberikan Allah Swt kepada kita. Kemampuan kita dalam menghadirkan kesabaran ketika mendidiknya akan berbuah manis dan tentunya akan mendapatkan pahala yang berlipat dari Allah Swt. Buah manis ini akan kita rasakan manakala anak sudah beranjak dewasa dan anak melakukan segala kebaikan-kebaikan yang telah kita ajarkan kepadanya. Ya, anak berbakti merupakan dambaan kita semua dan itu merupakan hiasan dunia yang akan menyejukkan pandangan mata kita dan harta yang tak ternilai. Jerih payah dan tenaga yang sudah kita keluarkan akan sebanding dengan apa yang akan kita dapatkan yaitu anak yang berbakti kepada orang tua. Ada beberapa hal yang harus kita hadirkan sabar ketika sedang mendidik anak yaitu antara lain
1. Sabar dalam membentuk pribadi anak
Untuk membentuk pribadi yang baik maka anak harus diajarkan kebaikan-kebaikan mulai dari perilaku dan kebiasaan-kebiasaan positif dalam keseharian hidup. Transfer kebaikan kepada anak tentunya dibutuhkan perjuangan karena anak pastinya tidak akan langsung bisa mempraktekkannya. Dibutuhkan proses dan keteladanan. Kebaikan yang diajarkan mulai dari tata cara beribadah, adab dan sopan santun serta kebiasaan-kebiasan baik lainnya yang harus diterapkan anak. Hal ini tentunya dibutuhkan sabar mengingat gempuran demi gempuran keburukan juga senantiasa mengincar terutama dari faktor eksternal.
2. Sabar dalam menjawab rasa ingin tahu anak
Semua orang tua pasti merasakan bagaimana anak-anak kita ketika mulai aktif bertanya tentang segala sesuatu yang belum ia tahu. Bahkan anak akan cenderung lebih kritis dan terkadang menanyakan tentang sesuatu yang sepele namun kita akan mengalami kesusahan dalam menjawabnya. Hal ini bisa terjadi dikarenakan logika anak tentunya belum sama dengan logika orang dewasa yang akan mudah cepat untuk paham. Sehingga ketika anak kita berikan penjelasan anak juga belum memahaminya dengan baik. Rasa ingin tahu anak harus bisa kita jawab dan tidak boleh kita acuhkan begitu saja ataupun hanya menganggap bahwa pertanyaan tersebut sangat tidak berguna. Hal ini akan bisa menjadi sesuatu yang berbahaya dan menakutkan apabila anak bosan bertanya kepada orang tuanya dan lebih memilih bertanya kepada orang lain. Bagaimana kalu jawaban yang diberikan orang lain justru tidak benar dan menyesatkan anak kita?
3. Bersabar dalam mendampingi anak
Banyak hal yag membuat kita harus dekat dengan anak. Salah satunya adalah anak juga merupakan makhluk yang juga akan punya permasalahan. Sebagai orang tua kita harus mampu mendengarkan dan menjadi teman yang baik ketika anak sedang bercerita tentang hidupnya. Meremehkan hal ini akan membuat anak lebih memilih untuk bercerita kepada orang lain. Jika hal ini berkelanjutan maka anak tidak akan memiliki kepercayaan terhadap orang tuanya. Jadi bersabarlah dalam menghadapi setiap keluhan anak meskipun permasalahan yang kita hadapi juga semakin kompleks dan beruntun.
4. Sabar menahan emosional
Banyak sekali perilaku-perilaku anak yang harus kita hadapi dengan ekstra sabar. Karena terkadang kita tanpa sadar meluapkan emosi ketika anak berbuat salah. Yang harus dilakukan adalah menenangkan hati dan pikiran baru kemudian memberikan nasehat kepada anak, bukan dengan menasehati anak dalam kondisi emosi yang memuncak.
5. Sabar ketika belum berhasil
Bersabarlah ketika hasil yang kita inginkan belum sesuai dengan harapan kita. Teruslah berusaha dan mencari ilmu baru agar proses mendidik anak menuju titik sempurna sehingga anak bisa menghasilkan sesuatu yang terbaik. Misalnya adalah ketika anak juga belum bisa membaca. Apakah kita harus memaki dan mengomeli anak? Tentunya ya harus sabar ketika metode yang kita gunakan juga belum kunjung berhasil dan bertanyalah kepada ahlinya hingga anak akan berhasil untuk bisa membaca. Dan masih banyak lagi contoh lainnya yang harus kita hadirkan sabar dalam menanganinya. Kata sabar terlihat sepele namun dalam aplikasinya perlu perjuangan yang kuat. Hati yang sabar harus senantiasa kita pupuk agar tidak habis tergerus oleh perilaku-perilaku anak yang belum berkesesuaian dengan keinginan kita. Latihan yang berkesinambungan, doa yang tak pernah putus, menghadiri majelis keilmuan, berteman dengan orang baik merupakan cara yang ampuh untuk memupuk jiwa sabar agar tetap ada dalam diri kita. Semoga kesabaran kita dalam mendidik dan mengasuh anak menjadi lahan ibadah dan menjadi amal kebaikan yang takkan pernah terputus. Aamiin…..

Gema Nurani

Gema Nurani

Pin It
Share on Tumblr

“GERAKAN GEMA NURANI MEMBACA”

GEMA NURANI MENCANANGKAN
GERAKAN GEMA NURANI MEMBACA
220420151954

Kita terperanjat pada saat mengetahui informasi bahwa kemampuan membaca anak-anak Indonesia berada urutan ke 60 dari 65 negara yang diteliti (tahun 2012) dan pada peringkat 40 dan 41 (tahun 2014) dari negara yang diteliti oleh PISA (Programme for International Student Assesment. Hal ini di sampaikan oleh Direktur Eksekutif PITH Gema Nurani Bapak Dr. H. Miswar Nur, M.Pd. pada saat launching Perpustakaan Gema Nurani, Mading Gema Nurani dan Mading Excellet pada hari Kamis , 23 April 2015.

Beliau juga men220420151949gemukakan bahwa “tidak ada kemajuan dan kebangkitan sebuah bangsa tanpa ilmu pengetahuan” . Untuk memperoleh ilmu pengetahuan lanjut beliau, diantaranya dimulai dengan membaca buku. Untuk itu kita harus digelorakan gemar membaca khususnya dikalangan para pelajar, guru dan karyawan serta orang tua siswa PITH Gema Nurani guna membangun peradaban dan kemajuan bagi bangsa Indonesia dan umat islam pada khususnya. Beliau sangat miris dengan rendahnya minat baca dikalangan para pelajar dan mahasiswa Indonesia. Ini bisa dilihat di perpustakaan sekolah dan perpustakaan perguruan tinggi pada umumnya sepi pengunjung. Padahal dengan kebiasaan membaca buku yang tinggi menjadi ukuran kemajuan sebuah bangsa. Rata-rata jumlah buku yang dibaca oleh penduduk Indonesia hanya satu buah. Jauh dibanding dengan negara lain yang rata-rata sudah di atas 5 buku. Untuk itu, lanjut Miswar Nur menegaskan : “mulai saat ini, kita canangkan “Gerakan Gema Nurani Membaca!!”.

Ada beberapa hal yang menyebabka220420151951n minimnya indeks kebiasaan membaca buku di Indonesia. Diantaranya menurut Miswar Nur: Minimnya proses pembiasaan membaca, dimana membaca buku belum menjadi budaya sekaligus kebutuhan; Ataupun bisa disebabkan harga buku yang tidak terjangkau; “Atau bisa jadi karena perpustakaan sekolah atau perguruan tinggi belum menyediakan buku bacaan yang memadai, baik dari sisi jumlah maupun judul,” ujarnya. Kedepan, ungkap Miswar Nur di hadapan lebih seratus siswa dan guru yang mewakili siswa dan guru Gema Nurani, Yayasan Asasi Indonesia, sedang merencanakan pembangunan pusat perpustakaan Gema Nurani yang memadai; kita upaya pula menyiapkan ruangan baca yang nyaman, menyediakan koleksi buku yang memenuhi kebutuhan akan informasi dan ilmu pengetahuan. Untuk itu beliau mengungkapkan bahwa kita ak220420151952an mencari donator-donator yang berkenan mewakafkan bukunya atau uangnya untuk pengadaan buku-buku yang dibutuhkan tersebut. Pada kesempatan itu, Pak Miswar Nur mencanang pula “Program One Book One Student” mulai bulan April 2015 ini. Untuk itu kami mengharapkan partisipasi Bapak/ Ibu orang tua siswa Gema Nurani dan masyarakat pada umumnya untuk menyukseskan program tersebut. Wassalam Redaksi (sutra)

Contact  Us

stiker 2

Pin It
Share on Tumblr

Tahap pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013

Tahap pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013 meliputi:
KBM Gema Nurani
a. Kegiatan Pendahuluan
Dalam kegiatan pendahuluan, guru:
1) mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan.
2) mendiskusikan kompetensi yang sudah dipelajari dan dikembangkan sebelumnya berkaitan dengan kompetensi yang akan dipelajari dan dikembangkan;
3) menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari; dan
4) menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan.
5) menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan.
b. Kegiatan Inti
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi, yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan inti menggunakan pendekatan saintifik yang disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran dan peserta didik. Guru memfasilitasi peserta didik untuk melakukan proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba, menalar/mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Dalam setiap kegiatan guru harus memperhatikan perkembangan sikap peserta didik pada kompetensi dasar dari KI-1 dan KI-2 antara lain mensyukuri karunia Tuhan, jujur, teliti, kerja sama, toleransi, disiplin, taat aturan, menghargai pendapat orang lain yang tercantum dalam silabus dan RPP.
c. Kegiatan Penutup
Kegiatan penutup terdiri atas:
1) Kegiatan guru bersama peserta didik yaitu:
(a) membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
(b) melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan; dan
(c) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran.
2) Kegiatan guru yaitu:
(a) melakukan penilaian;
(b) merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; dan
(c) menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
Daya Dukung Proses pembelajaran memerlukan daya dukung berupa ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran. Sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi, dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Untuk lebih jelasnya, silahkan baca juga, artikel yang berhubungan dengan Artikel Tahap pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013, antara lain : Langkah Penyusunan RPP Pembelajaran Kurikulum 2013 Tahap pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013…. Baca Selengkapnya di : http://www.m-edukasi.web.id/2014/12/tahap-pelaksanaan-pembelajaran.html#_
www.m-edukasi.web.id Media Pendidikan Indonesia
Contact Us :
Gema Nurani
Share on Tumblr
1 2 3